Inilah dunia...

28 February 2011 § 0



12.45

Stasiun Gambir…

Pakuan Express..

3 pemuda,2 duduk dan 1 berdiri..ah tampak penuh rupanya hingga ada yang berdiri..

termasuk aku di gerbong ini..

Kereta mulai menutup pintunya tanda segera berangkat ke stasiun berikutnya


Ah ya…

Dia bergerak,lambat kemudian menjadi lebih cepat.

Dan mereka bertiga..

Mereka tetap bercanda,tampaknya teman lama

Kearifan sahabat terlihat jelas..

Meski kulihat mereka adalah gambaran penglaju dalam strata menengah ke bawah

Tapi ceria itu lebih berarti dari segalanya…

Tertawa mereka seperti tak punya beban akan hidup yang mereka alami..


Menarik….


Dan tak terasa kereta berhenti sejenak

Stasiun Gondangdia..

tampaknya sebuah perbentian berikutnya..

Berada di stase yang sama

Dzkkk…Srtttt…

Bunyi pintu terbuka,dan masuk beberapa orang,

yah tampak padat sekarang..


Si pemuda yang duduk tiba-tiba bangkit berdiri..tampaknya bosan duduk

Oh bukan..

Seorang nenek tua menggantikan tempatnya..

Hmm sungguh mulia pikirku..

Dan kereta mulai bergerak lagi…


Dengan 3 pemuda itu tetap bercakap,tampak seru rupanya..

Tak kurang serunya meski hanya tinggal 1 yang duduk..


Mataku mulai agak terpejam,menahan kantuk sangat

Perjalanan ini masih lama…

Dan kulihat ke sisi jendela,hanya tampak keangkuhan Jakarta

Dan betapa rentanya kota ini menopang warganya…

Gedung tinggi, gubug tua sederhana…

Kombinasi yang ironis…


Kereta tiba- tiba berhenti


Tampaknya ini stasiun terakhir sebelum perjalanan tanpa henti kota hujan ini dimulai..

….Pintu terbuka dibarengi dengan masuknya 2 orang baru di atas gerbong ini..

Seorang laki-laki…tua guru tampaknya..

Dan Seorang wanita..modis rambut hi-lite…hmm cantik polesan katanya..

Si pemuda duduk tiba-tiba berdiri..

Bukan sebuah sebab kalo pegal dan bosan duduk jadi jawabannya..

Oh ternyata ia meniru temannya tadi…

Mempersilakan wanita….

Dan celah itupun ada, sang wanita langsung duduk di tempat yang kosong bekas pemuda itu…

Tak ada senyum..

Tak ada basa-basi…

Bahkan pandangan curiga menjurus angkuh tampaknya…


Dan si pemuda…

Masih biasa saja,bercanda dengan temannya

Dan dari sudut ini aku melihat…

Betapa pamrih tidaklah perlu digugat…

Betapa ucapan terima kasih tidak perlu diharap…

Tapi sedikit menggugah sang wanita tersebut..

Bahwa ucapan terima kasih atau cuma sekelebat

senyuman juga sudah cukup untuk membalas kebaikannya.


(catatan lintas kota,tiada berbatas dan baru selesai sekarang)

What's this?

You are currently reading Inilah dunia... at Ujung Waktu.

meta

§ Leave a Reply